Feb 28, 2008

Invest the future in our children


Keputusan untuk meng-homeschooling-kan anak-anak kami adalah suatu langkah besar yang membutuhkan keberanian dan komitmen. Karena usia yang berlalu tidak akan pernah kembali. Anak saya hanya sekali saja akan melewati usia 4 tahun tahun seterusnya. Jadi nothing but the best educationlah yang ingin kami berikan. Karena itu juga saya banyak membaca buku ttg homeschool dan belajar tentang perkembangan anak.


Hari ini seperti biasa jam belajar dimulai sekitar pkl 10 pagi, sampai saat ini belum ada schedule yang tetap dan kurikulum yang jadi. Karena Joel baru usia preschool jadi program yang kami berikan adalah mengajar dia untuk memenuhi standar kompetensinya. Pagi ini kelihatan kalau ia tidak fokus dan konsentrasi sehingga apa yang diajarkan tidak bisa nempel. Yang begini ini memang butuh panjang sabar untuk menghadapainya.


Karena belajar di rumah kurang efektif saya mengajak Joel ke Toko Buku untuk cari suasana baru dan membaca buku-buku sample. Dan setelah menghabiskan 6 buku kami pun pulang. Di rumah dilanjutkan dengan pelajaran Art and crafts.


Yang penting ada sesuatu yang diajarkan setiap hari. Saya berusaha untuk menjadikan segala sesuatu sebagai proses pembelajaran. Misalnya mengapa di eskalator kita berdiri di sebelah kanan dan membiarkan orang yang terus berjalan di sebelah kanan.

Jan 28, 2008

Suasana Chinese New Year




Hari Senin pagi saya bangun cukup pagi, selain karena HK satu jam mundur dari Korea -jadi sebenarnya nggak pagi2 bener utk ukuran Korea- tapi juga karena semalam seorang saudari (Febe) mempersembahkan waktu lebih dari sejam untuk memijat seluruh badan saya. Kemanjaan yang saya impi-impikan berbulan-bulan, apalagi semenjak melahirkan anak. Wuih waktu bangun badan terasa lebih ringan dan segar.

Siangnya jalan-jalan di bawah rumah mertua (Causeway Bay) untuk sedikit belanja terutama carrin sepatu buat Mathew. Dua hari ini Mathew di gendong terus walaupun dia berusaha ingin turun ke lantai tapi tidak diperbolehkan karena lantai di HK dingin tidak seperti lantai di Korea yang hangat.

Setelah itu saya mengunjungi mall langganan (Time Square) yang letaknya hanya persis dibelakang apt. mami. Di sana saya melihat dekorasi-dekorasi merah dan emas bertaburan. Walau tidak semeriah dekorasi Natal, tapi cukup bisa dinikmati. Kali ini warnah merah tidak menjadi warna dominan seperti biasanya tapi digantikan oleh warna emas yang elegan.

Menuju Puncak


Mendoakan orang-orang yang mau mempersembahkan hidup mereka untuk dan dipakai Tuhan Yesus.


Waktu altar call sebagian besar jemaat maju ke depan menerima tantangan.

Ibadah minggu adalah ibadah yang luar biasa. Seperti biasa, saya selalu menikmati pujian penyembahan bersama saudara/i di HongKong yang walaupun hanya gitar dan drum tapi semangatnya tidak beda dengan full band. Hadirat Tuhan nyata bisa dirasakan setiap orang.

Khotbah saya hari ini adalah tema dan visi yang Tuhan berikan untuk saya pribadi dan pelayanan kami : "Menuju Puncak". Memberikan pengharapan, tantangan dan encouragement bagi saudara seiman untuk hidup dalam rencana Tuhan bagi mereka di tahun 2008.

From Incheon to Hong Kong

Suasana di HK dari dalam taksi waktu mendarat kemarin. Medung, temperatur sekitar 15 derajat, sejuk dibanding Korea yang masih dibawah nol.

Memang ini adalah rencana mendadak karena saya tidak ada rencana untuk keluar Korea paling tidak sampai aplikasi sekolah selesai. Tapi Tuhan berkehendak lain sehingga Sabtu lalu sekali lagi pesawat terbang membawaku ke Hong Kong untuk transit beberapa hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Manado.

Perjalanan Seoul-Hong Kong hanya membutuhkan waktu 3 jam, tapi kali ini rasanya panjaaang sekali karena Mathew yang sekarang berumur 9 bulang rewel di sepanjang jalan. Perjalanan jadi ini lebih sulit dari 6 bulan lalu ketika pertama kali saya membawanya terbang. Selain sudah lebih aktif, berat, pengen tahu ,Mathew juga lagi pilek membuat hidungnya mampet di dalam pesawat. Puji Tuhan kali ini si Joel tidak ikut, kalau ikut pasti kasihan karena tidak kebagian perhatian di jalan.

Jan 24, 2008

Kemana berlalunya Sang Waktu?

Pendapat yang sudah umum diterima adalah : jika seseorang sibuk maka waktu terasa cepat berlalu, sedangkan jika seseorang menunggu atau tidak mengerjakan sesuatu maka waktu seakan merambat.

Namun saya mempelajari fenomena ini: justru jika hari-hari tidak diisi dengan berbagai kegiatan justru waktu berlalu lebih cepat lagi.

Saya masih merasa baru seperti kemarin atau minggu yang lalu menginjakkan kaki di Korea. Heran, kemana perginya 8 tahun itu? Dulu satu tahun rasanya panjaaaang sekali, dan sekarang satu tahun hanya seperti "the blink of eye". Dalam benak saya, keadaan di Indonesia masih seperti delapan tahun yang lalu sewaktu saya meninggalkannya. Tidak bisa saya bayangkan banyaknya perubahan karena hidup saya di Korea juga tidak banyak berubah.

Atau mungkinkah waktu terasa berlari karena saya sudah tidak menunggu sesuatu lagi? Entahlah.

Jan 22, 2008

Kabar duka Cita

Dua hari ini salju yang cukup lebat turun walaupun tidak bertahan lama karena mencair setelah menyentuh bumi mengakibatkan jalanan becek. Suasana mendung, membuat tinggal di rumah dan meringkuk di tempat tidur sambil membaca buku atau menonton adalah pilihan yang paling asyik. Namun tentu saja pilihan itu bukan untukku.

Hari minggu setelah ibadah kami menerima telpon dari Indonesia. Saudara Niklas yang bulan lalu pulang ke Manado menjenguk istrinya yang sakit mengabarkan kalau istri nya tersebut telah berpulang bertemu dengan Tuhan Yesus.

Kami turut berduka dan juga larut dalam kesedihan. Kurang dari dua bulan sejak ibu muda ini dideteksi tumor otak, Tuhan sudah memanggilNya. Saya membayangkan apa yang harus suami (sdr. Niklas) dan anak mereka yang masih 6 tahun tanpa ibu dan istri terkasih. Bagaimana tahun-tahun yang panjang yang harus mereka tapaki dengan memori yang indah yang tidak pernah hilang tentang sosok ibu dan istri ini.

Niklas terkenal sebagai family guy, selama di Korea tidak akan melewati seharipun tanpa menelpon untuk mengetahui kabar istri dan anaknya. Dan sekarang istri yang sangat dicintainya telah tiada, tentu hari-hari kedepan menjadi sulit dan kelam.

Namun, berbicara dengan sdr. Niklas sangat menguatkan, meskipun kami tahu bagaimana ia berduka tapi kedengaran kalau ia tabah dan pasrah. Ia tahu dengan pasti kemana istrinya telah pergi dan kemana kita semua sedang menuju. Ya, suatu saat nanti kita akan bertemu kembali di kehidupan yang tidak akan pernah punah.

Saya ngomong ke Nando "Tuhan tidak mengijinkan Rivana (nama istri Niklas), untuk menderita lebih lama ya?" Dibanding dengan Pak Harto yang fungsi organ-organ penting penunjang nyawa yang sudah tidak berfungsi namun beliau belum juga dipanggil YME, Rivana yang rakyat jelata, yang beriman kepada Yesus mulus jalannya tidak perlu menderita dan menahan sakit berlama-lama.

Sebelumnya, dokter menyarankan untuk operasi di Singapur atau Malaysia dengan tingkat harapan kesembuhan atau pemulihan total yang sangat tidak pasti. Tapi sdr. Niklas berpikir, mau dapat dari mana uang ratusan juta tersebut, dan lagi bukankah Tuhan kita berkuasa dan berdaulat? kalau Tuhan ingin kesembuhan tanpa operasi pun bisa terjadi, jika Tuhan ingin memanggilNya dengan operasi pun pasti sia-sia. Inilah langkah iman orang percaya. Just surrender, tahu pasti bahwa Tuhan tahu memberikan yang terbaik bagi orang-orang yangmengasihiNya.

Jan 18, 2008

My Children doing wonder


Kemarin tepatnya tanggal 17 Januari 2008, Mathew berusia 8 bulan 21 hari membuat sejarah dengan melangkahkan kaki-kakinya tanpa bantuan siapapun dan apapun.

"Ah anakku sudah bisa jalan!"

Dia sudah bisa berdiri tanpa bantuan sejak usia 7 1/2 bulan tapi baru mendapatkan keberanian untuk melangkah.

Selain itu Mathew sudah bisa meniru orang bertepuk tangan, mengangkat tangan dan bergoyang-goyang dan kelihatan sekali kalau ia bangga dengan skill-skill barunya tersebut.

Sedangkan Jozey sudah semakin cerewet, tanpa putus-putusnya bertanya. Semakin malam semakin hot. Oleh karena itu jadwal homeschoolnya berbeda dengan anak-anak lain. Pagi hari karena belum on, biasanya diperkenankan untuk belajar sambil bermain di komputer. (He loves computer). Setelah itu setelah makan siang dan bobo baru diajarin kerajinan tangan, bernyanyi, pra-baca, dll. Sampai malam dia masih sibuk karena rasa tahunya semakin besar jika waktu semakin larut.

I think we are evening family.

Multitasks

jozey dan pekerjaan tangannya...

Saya bukanlah orang yang bisa bekerja multitasking. Jika sedang fokus di suatu bidang biasanya saya tenggelam dan tidak suka interuption, karena jika beralih ke perkerjaan lain pastilah seluruh ide jadi off. So, idealnya saya ingin bekerja, belajar, jadi Ibu RT, sambil ngeblog juga tapi kenyataaannya memang ada yang harus dikorbankan.

Contohnya, akhir-akhir ini karena fokus untuk memulai homeschool Joze, blogging jadi terbengkalai. Wuih, hari ini baru ngambil waktu untuk nulis sekalian memenuhi janji untuk merubah tampilan nancydinar.com. Tapi sekali lagi karena bukan multitasking person, jadi pelajaran Joze yang terbengkalai. Hari ini saya mengijinkan Elmo dan Dora mengajarinya lewat computer game (tentunya yang edukatif). :-)

Mimpi saya memang adalah menjadi superwoman yang bisa dengan cepat dan ekselen melakukan segala sesuatu, terbang juga boleh kalau perlu. Tapi apa daya Tuhan menciptakan saya hanya menjadi ordinary person yang tidak beda dari orang lain. Waktu yang saya punya juga hanya 24 jam.

Jan 11, 2008

Ternyata saljunya lebat juga...


Hari ini saljunya lebat juga, kirain hanya sebentar doang ternyata sepanjang sore. Hanya saja malam ini kebanyakan udah mencair. Ya.. pengaruh global warming ya.

Meja Belajar Joze yang Baru




Ada rencana kami untuk meng-homeschooled Jozey, jadi sebagian duit gaji kali ini disisiin untuk beli komputer, meja dan rak buku. Monitor Joze memang baru dan yang paling lebar dari punya kami, tapi CPU nya udah kuno banget, masih ada lubang buat floppy disknya. Tapi lumayan kok, bisa maen video game dari internet, putarin VCD dan aktifitas lainnya.


Saya juga sedang menyiapkan bahan-bahan pelajaran yang semuanya diambil gratis dari Internet.


Hanya saja terus terang, saya masih ragu juga apa bisa memberikan yang terbaik dan yang terpenting apa bisa untuk komiment dan konsistent.